Kapolres Kutim Tekankan Pentingnya Jurnalisme Bertanggung Jawab
LINTAS time – Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Chandra Hermawan menegaskan pentingnya jurnalisme yang bertanggung jawab dalam menjaga kualitas informasi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara buka puasa bersama (bukber) dengan insan pers di Auditorium Polres Kutim, Sangatta, Kamis (13/3/2025).
Dalam kesempatan itu, AKBP Chandra Hermawan mengapresiasi peran media yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat. Ia menilai pers memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik, sehingga pemberitaan yang disajikan harus berpegang pada prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.
“Di era digital seperti sekarang, informasi begitu cepat menyebar. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana memastikan kebenaran berita tersebut. Media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga akurasi dan kredibilitas informasi yang disampaikan,” ujar Kapolres.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 40 jurnalis dari berbagai media, serta sejumlah tokoh pers seperti Ketua Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) Raymon, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim, dan Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kutim.
Kapolres juga menekankan bahwa tantangan utama jurnalisme saat ini adalah penyebaran berita hoaks dan informasi yang cenderung sensasional. Ia berharap media di Kutim tetap berpegang pada prinsip jurnalistik yang profesional dan tidak terjebak dalam praktik pemberitaan yang hanya mengejar viralitas.
“Kami butuh dukungan media untuk memerangi berita hoaks yang dapat memicu keresahan di masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak rekan-rekan jurnalis untuk terus mengedepankan akurasi dan menjunjung tinggi etika jurnalistik,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua AJKT Raymon menyatakan bahwa jurnalis harus tetap menjaga independensi dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, media tidak boleh terpengaruh oleh kepentingan tertentu dan harus selalu mengedepankan fakta dalam setiap pemberitaan.
“Tanggung jawab jurnalis bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga memastikan bahwa informasi yang diberikan kepada publik benar-benar berdasarkan fakta. Independensi media harus tetap terjaga agar kepercayaan masyarakat tidak luntur,” ujarnya.
Selain berbuka puasa bersama, acara ini juga diisi dengan diskusi mengenai perkembangan media di Kutim serta peran jurnalis dalam menciptakan ruang informasi yang sehat.(*)


Tinggalkan Balasan