Festival Magic Land 2025 Resmi Dibuka: Panggung Kreatif Anak Muda Kutim yang Nggak Sekadar Seru-Seruan
LINTAS time, SANGATTA –— Jumat malam, 14 November 2025 di Lapangan Ilham Maulana Sangatta, berubah jadi lautan lampu dan suara ketika Festival Magic Land 2025 resmi dibuka. Bukan hanya acara hiburan tahunan, festival ini jadi ruang besar tempat anak-anak muda Kutai Timur (Kutim) memamerkan karya, jualan, ide gila, sampai energi yang selama ini cuma dapat panggung di tongkrongan.
Pembukaan festival berlangsung pukul 21.00 WITA, dan suasana lapangan langsung terasa hidup. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, hadir langsung untuk membuka acara. Sejumlah pejabat daerah dan perwakilan lembaga, termasuk dari Lanal Sangatta dan KPU Kutim, ikut meramaikan barisan tamu undangan. Di pinggir lapangan, UMKM sudah siap dengan gerobak, dekor, dan lampu warna-warni yang bikin area festival terasa seperti pasar malam versi kreatif.
Acara dibuka dengan tarian daerah yang bikin suasana jadi lebih hangat. Setelah lagu wajib berkumandang, ketua panitia langsung naik podium. Dia menjelaskan bahwa Magic Land bukan acara ecek-ecek: festival ini dirancang buat memberi ruang bagi anak-anak muda Kutim yang haus panggung, haus kolaborasi, dan butuh tempat buat eksperimen kreatif tanpa takut salah.
Pesertanya bukan sembarang. Ada organisasi kepemudaan, komunitas kreatif, UMKM lokal, pegiat seni, hingga pelajar dan mahasiswa. Tiga hari festival ini berjalan (14–16 November), dan panitia berharap tempat ini bisa jadi ruang “nge-charge” energi, motivasi, dan kepercayaan diri pemuda Kutim.
“Harapannya, anak muda Kutim bisa terus berproses, berkarya, dan berprestasi,” kata ketua panitia. Bahasa formalnya begitu—- tapi vibe-nya adalah: ayo, ini waktumu naik ke panggung, bro-sis.
Ketika Bupati Ardiansyah ambil mic, ia langsung menegaskan bahwa pemerintah nggak mau anak muda cuma jadi penonton pembangunan. “Pemuda Kutim harus jadi subjek, jadi motor,” katanya.
Ardiansyah juga menyebut Magic Land ini salah satu cara pemerintah membuka pintu lebih lebar buat talenta lokal. Dari inovasi digital, seni, sampai UMKM kreatif—semua dapat tempat. Ardiansyah berharap festival ini bikin ekosistem kreatif Kutim makin kuat, makin produktif, dan makin berani bersaing.
“Jangan takut mimpi besar,” ujar Ardiansyah, sebelum akhirnya membuka Festival Magic Land secara resmi.(adv/Diskominfo Kutim)


Tinggalkan Balasan