Kolaborasi Peduli Gizi, GENTING DPPKB Kutim Bantu 700 Keluarga Berisiko
Lintastime – Program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Atasi Stunting (GENTING) yang dijalankan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur terus menunjukkan komitmen nyata dalam upaya pencegahan stunting. Sejak diluncurkan pada Januari 2025, seluruh jajaran DPPKB diwajibkan terlibat langsung sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.
Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim, Ani Saidah menerangkang bahwa sasaran utama GENTING meliputi ibu hamil, ibu paska melahirkan, ibu menyusui, serta balita 0-23 bulan yang membutuhkan perhatian khusus dari sisi pemenuhan gizi. Program ini berfokus pada pemberian dukungan, baik berupa bantuan gizi (Pemberian Makanan Tambahan), edukasi, maupun pendampingan, kepada keluarga berisiko stunting.
“Program ini menargetkan keluarga beresiko termasuk di dalamnya itu ibu hamil, paska melahirkan, ibu menyusui, dan bayi yang berumur dibawah dua tahun. Pemberian dukungan berupa PMT, pemberian makanan tambahan, seperti sembako, susu ibu menyusui, telur, dan lainnya,’ paparnya saat diwawancarai (4/12/2025).
Pelaksanaan program ini turut melibatkan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutai Timur sebagai mitra dan juga Orang Tua Asuh (OTA). Sepanjang tahun 2025, program ini telah menyasar ke 18 kecamatan yang ada. Tercatat lebih dari 700an keluarga beresiko telah menjadi penerima manfaat dari program ini. Bantuan PMT disalurkan secara berkala dengan periode pendampingan setiap enam bulan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menurunkan angka stunting di Kutai Timur.
Selain BAZNAS, beberapa tokoh penting juga ikut serta dalam program ini, diantaranya ada Bupati Kutai Timur, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim, para Camat, hingga para Kades juga ikut serta menjadi OTA.
GENTING dijalankan secara swadaya tanpa menggunakan anggaran pemerintah, baik dari APBD maupun APBN. Inisiatif ini mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, dengan melibatkan para pendamping lapangan yang tersebar di berbagai daerah untuk menjangkau seluruh keluarga beresiko di Kutim.
Melalui GENTING, DPPKB Kutai Timur berharap dapat memperkuat budaya kepedulian sosial sekaligus mempercepat tercapainya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.(Adv/Frdy)


Tinggalkan Balasan