20 Januari 2026

Kejuaraan Softball Pelajar 2025: Kutim Menyemai Atlet Muda di Lapangan Swarga Bara

LINTAS time, SANGATTA – Sabtu pagi (6/12/2025), Lapangan Swarga Bara di Kecamatan Sangatta Utara berubah menjadi panggung adu keterampilan dan ketangkasan. Ratusan pelajar berbaris rapi, bersenjatakan sarung tangan dan pemukul softball. Sorak penonton berpadu dengan instruksi pelatih yang saling bersahutan, memberi tanda bahwa Kejuaraan Slowpitch Softball Antar Pelajar Tahun 2025 resmi dimulai.

Sebanyak 230 peserta dari sekolah-sekolah di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan ambil bagian dalam pertandingan yang memadukan akurasi, strategi, dan kecepatan reaksi tersebut. Di balik semarak itu, ada harapan besar yang tertanam: olahraga ini tak sekadar permainan, tetapi jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman hadir dan membuka pertandingan. Ia datang ditemani Kepala Dispora Basuki Isnawan, Ketua Perbasasi Kutim Firman, Ketua KONI Kutim Rudi Hartono, Ketua Igornas Kutim Adi Haryanto, serta perwakilan Pengprov Perbasasi Kaltim, Purnomo. Dukungan jajaran pengambil kebijakan olahraga memperlihatkan keseriusan daerah dalam pengembangan atlet usia dini.

“Pembinaan tidak boleh terputus. Anak-anak ini harus diberi kesempatan bertanding sesering mungkin agar terbiasa menghadapi kompetisi,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya. Ia menyebut ajang ini sebagai fondasi masa depan olahraga Kutim, terutama di cabang softball yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Turnamen tersebut menjadi bagian dari agenda Pemkab Kutim dalam memperluas akses pembinaan bakat pelajar. Pemerintah daerah meyakini bahwa prestasi tidak lahir dari keajaiban, melainkan dari latihan, dukungan, dan kompetisi berkelanjutan.

Ketua Perbasasi Kutim, Firman, mengamini hal itu. Menurutnya, kejuaraan ini diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi talenta muda untuk menembus level provinsi hingga nasional. “Kami ingin Kutim hadir di podium-podium besar softball Indonesia,” ucapnya.

Pertandingan pembuka berlangsung sengit. Sorakan suporter tak pernah surut. Pada setiap lemparan dan pukulan, terpantul mimpi para pelajar untuk menjadi atlet yang mengharumkan nama daerah.

Kutim tampaknya tengah menyiapkan masa depan olahraga dengan serius. Melalui pembinaan yang terarah dan dukungan kekuatan daerah, jalan menuju prestasi semakin nyata.

“Softball bukan hanya tentang skor,” kata Ardiansyah sebelum meninggalkan arena. “Ini tentang karakter yang dibangun: sportivitas, kepercayaan diri, dan kerja sama. Mari kita dukung pelajar kita meraih prestasi gemilang.”

Kejuaraan pun bergulir. Dan di Swarga Bara, akhir pekan itu, mimpi-mimpi baru mulai dipukul jauh ke masa depan. (adv/Fk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini