17 Februari 2026

Hari Ketiga di Sungai Telen: Truk Terangkat, Andi Agus Ditemukan

Sungai Telen kembali sunyi menjelang senja, Rabu (21/1/2026). Namun di balik tenangnya permukaan air, jejak pencarian panjang selama tiga hari akhirnya menemukan jawabannya. Sebuah dump truck (DT) berhasil diangkat dari dasar sungai, disusul kabar paling berat: jasad Andi Agus Supriadi (45) ditemukan tak jauh dari lokasi kecelakaan.

Andi Agus, sopir truk pengangkut cangkang sawit asal Kabupaten Penajam Paser Utara, menjadi korban kecelakaan air setelah kendaraan yang dikemudikannya terjatuh dari LCT RPNE—ponton penyeberangan yang sehari-hari dilalui kendaraan berat di Kecamatan Telen, Kutai Timur.

Sejak pagi di hari ketiga, tim SAR gabungan telah berkumpul di tepi sungai. Apel dan pengarahan singkat menjadi pembuka sebelum mereka kembali menyisir arus Sungai Telen. Satuan Polairud Polres Kutim memimpin operasi, dibantu BPBD Kutim, Basarnas Berau dan Balikpapan, personel TNI-Polri, pihak perusahaan, hingga warga sekitar yang tak henti membantu dengan peralatan seadanya.

Tim Penyelamatan Gabungan/Istimewa

Penyisiran dilakukan dari permukaan hingga penyelaman di sejumlah titik yang dicurigai sebagai lokasi jatuhnya kendaraan dan korban. Arus sungai yang keruh dan jarak pandang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelam.

Proses Pencarian Korban/Istimewa

Sekitar pukul 15.00 WITA, harapan mulai terlihat. Sebuah DT Hino berwarna hijau dengan nomor polisi KT 8579 VN ditemukan di dasar sungai. Proses evakuasi pun berlangsung hati-hati. Tim penyelam Basarnas mengikat sling pada badan kendaraan, sebelum akhirnya satu jam kemudian truk tersebut berhasil diangkat ke darat menggunakan alat berat excavator milik perusahaan.

Namun pencarian belum usai. Hingga matahari mulai turun, tim dan warga tetap bertahan di sepanjang aliran sungai. Baru pada pukul 18.21 WITA, korban tenggelam akhirnya ditemukan. Andi Agus Supriadi dievakuasi ke Puskesmas PDC Kecamatan Muara Wahau untuk keperluan visum, sebelum jenazahnya diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang ke Penajam Paser Utara.

Di lokasi pencarian, rasa lega bercampur duka menyelimuti seluruh tim. Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak yang terlibat.

“Ini adalah hasil dari kerja keras dan kebersamaan seluruh unsur SAR, baik Polri, TNI, Basarnas, BPBD, pihak perusahaan, maupun masyarakat. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan, meski dalam kondisi yang tidak kita harapkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pencarian belum sepenuhnya selesai. Satu unit DT lain, Isuzu berwarna putih dengan nomor polisi KT 8341 YT, masih berada di dasar Sungai Telen dan akan terus dicari pada hari berikutnya.

Di tepi sungai itu, operasi SAR bukan sekadar soal evakuasi kendaraan. Ia menjadi pengingat tentang risiko kerja di jalur penyeberangan air, sekaligus tentang solidaritas banyak tangan yang bekerja bersama—hingga akhirnya Sungai Telen mengembalikan apa yang selama tiga hari disembunyikannya.(Rilis Polres Kutim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini