17 Februari 2026

Genangan Air Rendam Sejumlah Permukiman di Sangatta, Debit Sungai Naik dan Warga Diminta Waspada

Lintastime – Hujan dengan intensitas sedang-tinggi yang mengguyur wilayah Sangatta menyebabkan genangan air di sejumlah kawasan permukiman warga. Gang Cempaka RT 54 dan Gang PDAM RT 22 Teluk Rawa adalah dua dari beberapa lokasi yang terdampak cukup parah, dengan ketinggian air mencapai selutut orang dewasa dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Di Gang Cempaka RT 54, genangan air mulai terlihat sejak siang hari pada Kamis (05/02/2026). Warga menyebutkan, ketinggian air pada sore hari sudah hampir setinggi betis anak-anak dan terus meningkat hingga malam hari mendekati lutut orang dewasa. Akses jalan di dalam gang pun sulit dilalui, membuat warga membatasi aktivitas di luar rumah.

Anak-anak menangkap ikan di teras rumah mereka yang tergenang air

Menurut Salma (47), warga setempat, genangan air di kawasan tersebut merupakan pola yang berulang setiap musim hujan. Salah satu faktor pemicunya adalah meningkatnya debit air Sungai Sangatta saat hujan turun dengan durasi lama.

“Kalau musim hujan, genangan hampir selalu terjadi. Kali ini lebih tinggi dari biasanya,” ujar Salma.

Di kawasan tersebut sebenarnya telah terdapat pintu air, namun warga menilai kondisinya sudah tidak lagi optimal. Air disebut kerap merembes, bahkan saat debit sungai meningkat, ketinggian air berpotensi melampaui pintu air tersebut.

“Ada pintu air, tapi kondisinya sudah lama dan perlu perbaikan agar lebih maksimal,” ungkapnya.

Kondisi pintu air warga di depan Gg Cempaka RT 54

Sebagai upaya mengurangi dampak genangan, warga bersama RT rutin melakukan pembersihan selokan sebulan sekali, terutama saat memasuki musim hujan. Namun dalam kondisi hujan deras berkepanjangan, genangan tetap terjadi dan membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk kembali normal.

Gang PDAM Teluk Rawa Terendam Luapan Sungai

Kondisi serupa juga dialami warga Gang PDAM RT 22 Teluk Rawa. Gabriel (62), warga yang telah tinggal di kawasan tersebut selama kurang lebih 10 tahun, mengatakan genangan air berasal dari luapan air danau yang berada di dekat permukiman.

“Saluran got sebenarnya sudah ada, tapi air ini dari luapan danau. Kalau debit Sungai Sangatta naik, air dari danau itu tumpah ke pemukiman,” jelas Gabriel.

Ia menyebutkan, ketinggian air pada sore hari mencapai selutut orang dewasa, sehingga kendaraan warga tidak dapat melintas dan terpaksa diparkir di depan gang. Akibatnya, mobilitas dan aktivitas warga sehari-hari menjadi terganggu.

“Kendaraan tidak bisa masuk, jadi diparkir di depan. Aktivitas jelas terganggu,” katanya.

Kondisi Gg PDAM RT 22

Gabriel menambahkan, warga membutuhkan turap penahan dan pintu air yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kondisi debit air. Selain itu, warga juga berharap level jalan permukiman dapat dinaikkan agar genangan tidak terus berulang.

Debit Sungai Naik, Warga Diminta Tetap Waspada

Ketua RT 22 Teluk Rawa, Jamil Mustafa (57), menjelaskan bahwa jalur pembuangan air dari kawasan permukiman memang melalui danau tersebut sebelum akhirnya mengalir ke Sungai Sangatta.

“Kalau hujan deras dan air sungai naik, air meluap ke danau lalu masuk ke pemukiman warga,” jelasnya.

Ia menyebutkan, rencana pembangunan pintu air pernah direncanakan, namun hingga kini belum terealisasi. Akibatnya, genangan air kerap terjadi dan waktu surutnya bisa berlangsung berhari-hari, tergantung kondisi hujan dan debit sungai.

“Kalau hujan terus dan air sungai masih tinggi, surutnya bisa lama,” ujarnya.

Kondisi Gg Baroqah yang berdekatan dengan Gg PDAM

Hingga berita ini diturunkan, genangan air di Gang Cempaka RT 54 dan Gang PDAM RT 22 Teluk Rawa belum surut dan justru bertambah. Berdasarkan informasi terbaru, pada Kamis malam (05/02/2026) sekitar pukul 23.40 WITA, debit air Sungai Sangatta dilaporkan naik dan mengalir deras.

Kondisi tersebut dilaporkan berada dalam status siaga, sehingga warga yang tinggal di kawasan rawan genangan dan di sekitar aliran sungai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Informasi ini diperoleh dari Call Center Polres Kutai Timur 110, yang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan air susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Warga terdampak pun memilih bersiaga dan terus memantau perkembangan kondisi air, sembari berharap genangan tidak semakin meluas ke area permukiman.(Frdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini