15 Januari 2026

DP3A Kutim Tegaskan Tiga Fungsi RBI Sebagai Penguatan Layanan Perempuan dan Anak

Lintastime — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur menyoroti tiga fungsi kunci Ruang Bersama Indonesia (RBI) dalam mendukung peningkatan layanan ramah perempuan dan anak di daerah. Penekanan tersebut disampaikan dalam rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) RBI yang digelar pada 10–14 Desember 2025 di Samarinda.

Melalui kegiatan ini, peserta dari berbagai sektor dipandu untuk memahami peran RBI sebagai ruang pemberdayaan masyarakat, terutama bagi perempuan. Fungsi pemberdayaan ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal di masing-masing wilayah sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi keluarga maupun komunitas.

“Terkait fungsi pemberdayaan, RBI diharapkan mampu mengangkat potensi daerah dan memberdayakan warga, khususnya perempuan,” ujar Kepala DP3A Kutim, Idham Cholid, Rabu (11/12/2025).

Idham menjelaskan bahwa fungsi kedua, yakni pembinaan, menjadi bagian penting dari pengembangan RBI. Melalui fungsi ini, perempuan diharapkan mendapatkan ruang pendampingan dan peningkatan kapasitas, sementara anak-anak dapat mengembangkan kreativitas, bakat, dan minat mereka dalam lingkungan yang mendukung.

“Fungsi pembinaan di RBI memberi ruang bagi perempuan untuk mendapatkan dukungan moral yang tepat, serta menyediakan ruang bagi anak-anak untuk bermain, dan meningkatkan bakat serta kreativitasnya,” jelasnya.

Selain pemberdayaan dan pembinaan, peserta bimtek juga menerima pemaparan mengenai fungsi perlindungan. RBI ditekankan sebagai ruang yang aman, inklusif, dan responsif gender. Pelaksanaannya dilakukan secara kolaboratif sesuai kemampuan masing-masing desa, guna memastikan perempuan dan anak terlindungi dari berbagai risiko kekerasan maupun kerentanan sosial.

DP3A Kutim menilai, ketiga fungsi tersebut menjadi landasan penting dalam penguatan RBI sebagai pusat layanan yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui bimtek ini, DP3A berharap implementasi RBI di seluruh wilayah Kutai Timur dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial berbasis kolaborasi.(Adv/Frdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini