Air Sungai Merban Naik Perlahan, Batu Timbau Ulu Bersiap di Tengah Ancaman Banjir
LINTA time, Kutai Timur – Air mulai merayap masuk ke halaman-halaman rumah warga di Desa Batu Timbau Ulu, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur. Tak deras, tapi pasti. Senin (12/1/2026), genangan setinggi mata kaki menandai naiknya debit Sungai Merban setelah hujan mengguyur kawasan itu dalam beberapa hari terakhir.
Di RT 01 dan RT 03, sedikitnya 10 rumah terdampak. Air setinggi sekitar 15 sentimeter menggenangi permukiman warga, dipicu oleh kombinasi hujan berintensitas tinggi dan sistem drainase yang tak mampu menampung limpahan air. Warga masih beraktivitas seperti biasa, namun kewaspadaan mulai terasa.
Situasi itu mendapat perhatian serius dari Polsubsektor Batu Ampar. Kepolisian meminta Pemerintah Desa Batu Timbau Ulu bersiaga dan mulai menyiapkan langkah-langkah darurat, termasuk kemungkinan pendirian posko bencana jika kondisi memburuk.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menginstruksikan jajaran Polsek dan Polsubsektor di wilayah rawan banjir untuk tidak sekadar memantau, tetapi juga aktif melakukan mitigasi bersama pemerintah desa.
“Saya sudah perintahkan Kapolsubsektor Batu Ampar untuk berkoordinasi intensif dengan Kepala Desa. Jangan menunggu air tinggi baru bergerak. Jika tren debit air terus naik, Pemdes harus segera mendirikan Posko Bencana dan Dapur Umum. Kita harus pastikan ada tempat aman bagi warga jika evakuasi diperlukan sewaktu-waktu,” tegas AKBP Fauzan Arianto saat dikonfirmasi.
Meski prakiraan cuaca menunjukkan intensitas hujan mulai berkurang, Fauzan meminta warga yang tinggal di bantaran Sungai Merban tetap waspada. Perubahan cuaca dan kondisi hulu sungai, menurut dia, kerap sulit diprediksi.”Anggota kami di lapangan akan terus memonitor perkembangan debit air setiap jamnya. Kami minta masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tambah Fauzan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolsubsektor Batu Ampar, Ipda Adiansyah, menyampaikan imbauan langsung kepada perangkat Desa Batu Timbau Ulu. Koordinasi difokuskan pada kesiapan logistik, pemetaan titik kumpul, serta rencana evakuasi jika debit air terus meningkat.
Untuk sementara, warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Genangan dianggap belum membahayakan, namun pengalaman banjir sebelumnya membuat sebagian warga mulai mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.
Air memang belum setinggi lutut, posko belum berdiri, dan dapur umum belum mengepul. Namun di Batu Timbau Ulu, kesiapsiagaan mulai disusun sejak dini—sebuah ikhtiar agar banjir tak lagi datang sebagai kejutan.(*)


Tinggalkan Balasan